ikin12

Kalimat Dasar Bahasa Indonesia

Posted on: Oktober 22, 2013

Dalam menuliskan kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maka kita harus ketahui unsur-unsur yang biasanya dipakai dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia digunakan aturan SPO atau SPOK (Subjek, Predikat, Objek atau Subjek, Predikat, Objek, Keterangan).
Berikut beberapa unsur kalimat.

1) Subyek (S)
® Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
® Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
® Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
® Contoh :
o Luthfi adalah seorang pelajar di UIN SGD Bandung.
o NOAH adalah salah satu band besar di Indonesia.

2) Predikat (P)
® Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
® Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
® Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
® Contoh :
o Van Persie bermain dengan baik.
o Dia pelari tercepat di Indonesia.

3) Objek (O)
® Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
® Biasanya terletak di belakang predikat.
® Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
® Ada dua macam objek, yaitu :

o Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
a. Penderita
Contoh : Dia memukul-mukul tembok.

b. Penerima
Contoh : Luthfi memakai celana saya.

c. Tempat
Contoh : MU akan datang ke Indonesia.

d. Alat
Contoh : Pak Guru melempar penghapus ke arah dia.

e. Hasil
Contoh : Dia membuat patung Kuda.

o Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
a. Penderita.
Contoh : Andi memberikan Dewi bunga mawar.

b. Hasil.
Contoh : Dia membelikan orangtuanya rumah.

4) Keterangan (K)
® Hubungannya dengan predikat renggang.
® Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
® Terdiri dari beberapa jenis :
o Keterangan Tempat
Contoh: NOAH akan mengadakan konser di Singapore.

o Keterangan Alat
Contoh: Abah memetik buah menggunakan tongkatnya.

o Keterangan Waktu
Contoh: Sinta akan tiba di Bandung pukul 12.00 WIB.

o Keterangan Tujuan
Contoh: Kita harus rajin berolahraga agar sehat.

o Keterangan Cara
Contoh: Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.

o Keterangan Penyerta
Contoh: Luthfi pergi bersama Robeey.

o Keterangan Similatif
Contoh: Budi memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.

o Keterangan Sebab
Contoh: Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.

5) Pelengkap (Pel.)
® Terletak di belakang predikat.
® Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.

Contoh :
o Kibum memberikanku novel bagus.
o Hangeng menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
o Mahkota itu bertahtakan mutiara.

Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah yang berlaku.
Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut.

1) Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
o Mereka (S) sedang bekerja (P).

o pamannya (S) pemain bola (P).

2) Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Mereka (S) sedang menyusun (P) strategi penyerangan (O).

3) Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. Misalnya:
Budi (S) beternak (P) ayam (Pel.).

4) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:
Dia (S) mengirimi (P) saya (O) surat (Pel).

5) Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Mereka (S) berasal (P) dari Surabaya (K).

6) Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Kami (S) memasukkan (P) pakaian (O) ke dalam lemari (K).

7) Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya :
Ungu (S) bermain (P) musik (Pel.) di atas panggung (K).

8) Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:
Dia (S) mengirimi (P) ibunya (O) uang (Pel.) setiap bulan (K).

sumber:

2 Tanggapan to "Kalimat Dasar Bahasa Indonesia"

bagus biggow skarang tentang Spok udh tau thanks

bagus bingow skarang udh ngerti tntang spok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: