ikin12

Sikap Ilmiah Yang Dibutuhkan Mahasiswa

Posted on: Januari 23, 2015

Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang mahasiswa ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula. Ada 7 Sikap Ilmiah yang harus diketahui oleh para calon penulis atau peneliti,yaitu:

  1. Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu merupakan awal atau sebagai dasar untuk melakukan penelitian penelitian demi mndapatkan sesuatu yang baru.

  1. Kejujuran

Dalam melakukan penelitian, seorang sainstis harus bersikap jujur, artinya selalu menerima kenyataan dari hasil penelitiannya dan tidak mengada-ada serta tidak boleh mengubah data hasil penelitiannya.

  1. Ketekunan

Tekun berarti tidak mudah putusa asa. Dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah tidak boleh mudah putus asa. Seringkali dalam membuktikan suatu masalah, penelitian harus diulang-ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Dengan data yang akurat maka kesimpulan yang didapat juga lebih akurat.

  1. Ketelitian

Teliti artinya bertindak hati-hati, tidak ceroboh. Dengan tindakan yang teliti dalam melakukan peneliatian, akan mengurangi kesalahan-kesalahan sehingga menghasilkan data yang baik.

  1. Objektif

Objektif artinya sesuai dengan fakta yang ada. Artinya, hasil peneliatian tidak boleh dipengaruhi perasaan pribadi. Semua yang di kemukakan harus berdasarkan fakta yang diperoleh. Sikap objektif didukung dengan sikap terbuka artinya mau menerima pendapat yang benar dari orang lain.

Sebagai contoh : Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0028 m3 maka ia harus mengatakan juga 0,0028 m3, padahal seharusnya 0,004 m3.

  1. Terbuka Menerima Pendapat Yang Benar

Artinya bahwa kita tidak boleh mengklaim diri kita yang paling benar atau hebat. Kalau ada pendapat lain yang lebih benar/tepat, kita harus menerimanya.

  1. Kritis

Tidak langsung menerima kesimpulan tnapa ada bukti kuat, kebiasaan menggunakan bukti-bukti pada waktu menarik kesimpulan. Direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik jalan bertanya kepada siapa saja yang diperkirakan mengetahui masalah maupun dengan membaca sebelum menentukan pendapat untuk ditulis. Sebagai contoh : Ketika seorang ilmuan menemukan hasil pengamatan suatu burung yang mempunyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum data-datanya cukup mendukung kesimpulan tersebut.

Sumber

http://ressydwi.blogspot.com/2015/01/sikap-ilmuan-yang-dibutuhkan-oleh.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: